4 Gangguan Sperma Yang Biasanya Menjangkiti Pria ~ Catatan Sehat

Thursday, 1 September 2016

4 Gangguan Sperma Yang Biasanya Menjangkiti Pria

Terdapat beberapa beberapa jenis gangguan pada sperma yang biasa terjadi pada pria,ada yang volumenya sedikit dan ada pula yang bentuk serta ukuranya yang tidak normal.


Sperma adalah sel jantan yang bertugas untuk membuahi sel telur wanita agar bisa terjadi pembuahan dan kehamilan pada pasangan wanita.Dalam kata lain sel spermatozoa adalah penentu kesuburan seorang pria dan jika sel tersebut normal maka kehamilan kemungkinan besar akan terjadi.
Namun bila terjadi gangguan sperma maka kemungkinan kecil pembuahan akan terjadi.

Dan jika kelainan atau gangguan pada sperma tersebut terjadi terus menerus sehingga kehamilan tidak pernah berhasil maka pria tersebut yang mengalaminya disebut menderita kemandulan.
Dan dalam masalah ini penderita harus diperiksa oleh seorang dokter ahli untuk dicari masalahnya dan kemudian untuk dobati.
Terdapat beberapa beberapa jenis gangguan pada sperma yang biasa terjadi pada pria,ada yang volumenya sedikit dan ada pula yang bentuk serta ukuranya yang tidak normal.
Untuk mengetahui informasi gangguan pada sperma yang sedang dialaminya itu,hanya dapat diketahui melalui proses analisa sperma yang dilakukan pada laboratorium khusus.

Berikut ini beberapa jenis gangguan sperma pada pria yang biasanya diketahui:

     Gangguan sperma Azoospermia

Azoospermia adalah suatu jenis kelainan gangguan pada sperma dimana tidak ditemukanya adanya sel sperma pada semen ( air mani ) yang diejakulasikan pada pria.
Gangguan tersebut terjadi karena adanya penyumbatan di saluran vas differens ( saluran sperma ) sehingga sperma tidak bisa keluar dan bercampur dengan air mani.Penyebab lain yang mungkin terjadi testis gagal memproduksi sperma.
Azoospermia ini juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan yang bersifat genetik seperti sindrome Klinefelter dan kondisi ini bisa diuji dengan menggunakan alat ultrasonograph.

Gejala Azoospermia ini,terkait dengan ada atau tidaknya sperma pada air mani tidak bisa dilihat dengan mata telanjang,melainkan melalui suatu analisis sperma secara akurat di laboratorium.Pada kasus ini biasanya penderita datang ke dokter untuk memeriksakan diri karena tidak kunjung mendapat keturunan.
Baru setelah melalui serangkaian analisis kimia baru bisa diketahui bahwa orang tersebut menderita gangguan sperma Azoospermia.

Pada kejadian ini,tidak ada benih yang dikeluarkan saat terjadinya ejakulasi sehingga pria dengan Azoospermia tidak bisa menghamili pasanganya.Tapi sebenarnya bisa dikatakan bahwa pada saat itu tidak berarti bahwa pria tersebut mandul terutama jika testis penderita masih bisa memproduksi sperma.
Beda kenyataanya jika organ reproduksi tersebut telah rusak maka mustahil akan terjadinya suatu pembuahan.

Untuk mengobati penderitanya maka harus terlebih dahulu diidentifikasi terlebih dahulu,sebab tidak adanya sperma di dalam air mani bukan berarti testis tidak memproduksinya.
Kemungkinan yang terjadi adalah adanya penyumbatan yang terjadi sehingga menghambat sperma saat terjadi ejakulasi.Dalam hal ini tindakan yang bisa diambil oleh dokter adalah dengan melakukan suatu tindakan operasi untuk membersihkan sumbatanya.

jika dalam kondisi sperma yang diproduksi sangat sedikit,maka biasanya sperma dikumpulkan untuk digunakan dalam program IVF ( In Fitro Vertilisation ) atau bayi tabung dengan tehnik Intra Cytoplasmic Sperm Injection ( ICSI ) melalui biopsi testis atau menusuk testis (epidedimis).Jika hal ini juga tidak memungkinkan maka satu satunya untuk terjadinya kehamilan adalah menggunakan donor sperma.

    Oligospermia

Oligospermia atau bisa juga oligozoospermia adalah suatu jenis kelainan sperma dimana jumlah sel tersebut sangat sedikit atau kurang dari kadar normal dalam air mani.
Dalam setiap 1 ml air mani seharusnya terdapat 20 juta sperma dan jika kurang dari ukuran tersebut berarti mengalami Oligospermia.

Pemyebab dari keadaan tersebut biasanya terjadi terkait dengan adanya kebiasanan hidup dan juga jenis makanan.Dan setidaknya terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya gangguan ini yaitu faktor kesehatan,lingkungan dan gaya hidup.
Pembengkakan pada pada testis atau infeksi dapat mengganggu produksi sperma begitu juga paparan logam berat karena bekerja pada industri kimia dapat menyebabkan terjadinya pria mengalami Oligospermia.

Para ahli meyakini bahwa dengan perubahan pola hidup dan juga mengurangi stress dapat meningkatkan jumlah sperma.Dan sekiranya untuk menghindari berendam dalam air pada suhu lebih dari 36 derajat Celcius selama lebih dari 15 menit.
Selain itu juga untuk menghindari pemakian celana yang terlalu ketat,hindari merokok dan juga membatasi konsumsi makanan instan.
Dokter juga biasanya akan memberikan obat obat penambah kesuburan dan menyarankan penderita untuk mengkonsumsi zat gizi dan makanan yang dapat meningkatkan jumlah sperma.
Jika setelah melalui tahap pengobatan selama beberpa waktu dan istri tidak juga hamil maka pasangan direkomandasikan menggunakan inseminasi buatan dan mengikuti program bayi tabung.

     Gangguan sperma Asthenozoospermia

Asthenozoospermia adalah gerakan sperma ( mobilitas ) rendah dimana kondisi ini terjadi jika sperma yang dikeluarkan pada saat terjadi ejakulasi tidak memiliki kekeuatan untuk berenang dengan cepat melalui lapisan mukosa rahim menuju ovarium untuk membuahi sel telur.

Pada dasarnya gerakan sperma itu bermacam macam,dari jutaan sel sperma yang diejakulasikan oleh seorang pria beberpa sperma dapat bergerak dengan lincah dan cepat sementra yang lain bergerak lambat dan berkelok kelok.Dan jika jumlah sel sperma yang bergerak dengan cepat kurang dari standar normalnya maka keadanan ini disebut dengan Asthonozoospermia.

Penyebab terjadinya gerakan sel sperma yang lambat bermacam macam salah satunya bisa terjadi karena bentuknya yang tidak sempurna seperti ekor yang lebih pendek sehingga tidak bisa berenang dengan cepat.Atau bisa terjadi juga karena pasangan wanita mengalami keputihan yang menghambat perjalanan sperma menuju ovarium.

     Teratospermia

Teratospermia adalah kondisi dimana bentuk sperma abnormal sangat banyak atau jumlah morfologi sperma normal kurang dari 30 %.Dan penyebab terjadinya Teratospermia belum diketahui secara pasti tetapi beberapa penyakit seperti celiac dan crohn disebut sebut berhubungan dengan kondisi ini.
Adanya kelainan hormonal,trauma pada testis,infeksi dan tumor dapat juga mempengaruhi morfologi sperma.

Penderiata Teratospermia dikategorikan dalam tiga kelompok utama yaitu kondisi ringan yaitu memiliki 15 % sperma normal ,kondisi sedang yaitu dengan memeiliki 10 - 15 % sperma yang normal dan kondisi berat dengan jumlah kondisi sperma normal sebanyak 10 %.Adapun suatu sel sperma dikatakan memiliki suatu bentuk yang normal jika memiliki kepala yang berbentuk oval,leher dan ekor yang panjang.

Sampai saat ini pun belum diketahui suatu pengobatan yang pas untuk Teratospermia.
Pemberian Testoteron,Vitamin E dan C,antioksidan dan bahkan operasi belum sepenuhnya dapat menyembuhkan kondisi ini.Oleh karenanya penderita perlu untuk mempertimbangkan metode pembuahan lain seperti misalnya program bayi tabung untuk mendapatkan anak.

Pria menyumbang sejumlah 30% kemandulan pada suatu rumah tangga dan pada umumnya gangguan sperma seperti jumlah,bentuk dan gerakan yang tidak normal menjadi penyebab seorang pria tidak bisa menghamili pasanganya.Dalam situasi seperti ini menjadi tugas seorang dokter untuk mengobati atau memberi alternatif metode pembuahan lain sangat dibutuhkan.
Demikian sebuah artikel mengenai beberapa jenis gangguan sperma yang biasa terjadi pada seorang pria sehingga tidak memungkinkanya menghamili pasanganya,semoga bermanfaat.




0 comments:

Post a Comment