Skip to main content

Featured

Empon Empon Penangkal Virus Corona dan Cara Membuatnya

Dewasa ini penyebaran serta penularan Virus Corona sebagai penyebab Covid-19 sudah semakin mengkhawatirkan banyak pihak serta masyarakat.Tidak hanya di Indonesia saja bahkan di dunia banyak negara sudah banyak yang terpapar Virus Corona yang menyebabkan penderitanya sakit karena virus ini menginfeksi saluran pernafasan.

Para ahli dibidang virus maupun para pakar kesehatan masyarakat serta para medis pun telah memberikan suatu cara cara atau trik untuk menanggulangi penyebaran virus ini.Terkait dengan imbauan yang harus dipatuhi masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaranya.Tentunya hal hal yang berkaitan dengan pemutusan mata rantai penyebaran virus inipun harus mendapat dukungan dari pemerintah agar masyarakat tidak mengabaikanya.




Selain dengan melakukan physical distancing yang dianjurkan WHO untuk melakukan pemutusan mata rantai penyebaran virus ini,pada tiap individu pun dianjurkan untuk menjaga dirinya dengan berlaku hidup sehat dan bersih.
Diantaranya dengan rajin mencuci ta…

Riset Curcumin Empon Empon Sebagai Penangkal Corona

Seorang pakar Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya mengakui bahwa sampai saat ini sedang mencari formulasi yang pas mengenai obat herbal yang tepat untuk melawan Corona.
Dia adalah Prof . Dr . CA .Nidom ,drh MS seorang pakar virus dan infeksi sebuah nama yang populer saat ini yang menyatakan bahwa ramuan jahe dapat dapat mencegah penularan Virus Corona atau Covid-19.
Formulasi / ramuan yang dibuat dari bahan empon empon yaitu suatu formulasi yang terdiri dari paduan bahan bahan jahe,temulawak,kunyit,sereh dan bahan lainya.Menurutnya,formulasi empon empon buatanya tersebut berawal pada suatu formulasi yang dibuat pada saat wabah flu burung merebak pada tahun 2008.


Curcumin dalam empon empon menangkal Corona


Latar belakang penelitian empon empon

Ketertarikan sang pakar dan timnya tersebut terkait dengan pembuatan Antiviral atau antivirus - suatu sejenis obat yang mampu mengobati atau menghilangkan virus tertentu - dengan menggunakan bahan dasar tanaman herbal.Suatu keyakinan bahwa bahan empon empon tersebut mampu untuk memerangi Covid-19 :

  • Bahwasanya selama ini bahan bahan tersebut hanya berhenti pada suatu pernyataan untuk penyegaran tubuh,imunomodulator dan sebagainya.Hal ini membuat nya bersama tim untuk melanjutkan pada suatu penelitian yang menekankan bahwa bahan bahan tersebut mampu untuk membunuh bakteri atau virus tertentu.
  • Adanya penerimaan dari bidang medis terhadap formulasi dari bahan bahan alami yang tidak sepenuhnya 100%,yang hal ini berbeda dengan yang terjadi di negara lain misalnya China dimana pengobatan medis dan tradisional berjalan berdampingan.
  • Bahwasanya bahan bahan pengobatan modern yang berasal dari konsep barat hanya menggunakan senyawa tunggal yang dimurnikan sedemikian rupa.Sedangkan konsep pengobatan timur termasuk Indonesia dan China yang menggunakan bahan herbal tersebut disebut dengan multi compound yang artinya dalam satu jamu terdapat banyak senyawa.
  • Suatu pengobatan yang dilakukan dengan menggunakan konsep barat,maka obat yang diberikan untuk satu jenis penyakit pun banyak,misalnya satu pasien menerima lima jenis obat.Seharusnya konsep pengobatan timur lebih diperdalam karena dengan multi compund tentunya bisa untuk pengobatan.
Proses penelitian

Profesor Nidom yang menjabat sebagai Ketua Riset Corona dan Formulasi Vaksin pada Profesor Nidom Fondation / PNF menyatakan bahwa bersama timnya saat ini tengah mengembangkan formulasi obat dari curcumin yang bertujuan sebagai Antiviral,suplemen atau imunomodulator.
Sebelunya pada saat terjadi wabah flu burung (H1N1 ) pada tahun 2007 - 2008 ,talah memperoleh suatu hasil berdasar riset yang dilakukanya tentang curcumin dan berlanjut saat ini untuk melawan Covid-19.Suatu usaha yang dilakukanya untuk benar benar diperoleh hasil yang tepat tentang komposisi yang tepat pula untuk melawan Virus corona.Karena diketahui pula bahwasanya dewasa ini penelitian menjadikan tanaman herbal sebagai antiviral,antivirus,antibakterial atau antiparasit tidak banyak dilakukan.

       Baca juga :
Hingga saat ini pihaknya telah membuat beberapa formulasi untuk melawan virus yang menyerang pernafasan seperti misalnya virus influenza ,H1N1 hingga Virus Corona.Dari beberapa macam virus tersebut akan dicari formulasinya : virus apa yang bisa melawan influenza hingga formula untuk mengendalikan corona.
Sejauh ini,penelitian yang telah dilakukanya telah diujicobakan pada hewan ferret sesuai dengan yang direkomendasikan oleh World Health Organization ( WHO ) untuk pengujian vaksin atau obat obatan yang berkaitan dengan saluran pernafasan.
Sebuah pengujian yang memang sudah berlangsung dan menunjukan suatu hasil,akan tetapi masih membutuhkan beberapa pengujian lagi untuk meningkatkan Antiviral terhadap uji rangsang virus yang bertujuan untuk meningkatkan riset.
Sebagai tolok ukur bekerjanya Antiviral,misalnya antiviralnya diinfeksi dengan virus 10 pangkat 5 atau 10 pangkat 7 lalu kemudian dengan pemberian herbal ini virus turun menjadi berapa.
   
Proses pengujian

Profesor Nidom menyatakan bahwa pihaknya dalam hal ini melakukan pengujian dengan tiga perlakuan dan satu kontrol.

  • Perlakuan pertama
Pada perlakuan pertama ini hewan ferret diberi formulasi Antiviral empon empon,lalu kemudian setelah dua minggu diinfeksi dengan virus.
Tujuan dari perlakuan pertama ini adalah pencegahan ,orang mengjonsumsi empon empon setiap hari dan bila suatu saat ada infeksi virus bagaimana responya.
  •  Perlakuan kedua
Pada perlakuan kedua,hewan ferret diberi formulasi empon empon dan langsung diinfeksi dengan virus.
Pada kelompok ini busa saja infeksi muncul bersamaan dengan mengkonsumsi empon empon ,pada saat ini tim peneliti ingin mengetahui reaksi yang muncul.
  •   Perlakuan ketiga
Pada perlakuan ketiga ini,hewan diinfeksi terlebih dahulu terlebih dahulu dengan virus baru kenudian diberikan formulasi Antiviral.
Pada perlakuan ketiga ini jelas akan terjadi infeksi terlebih dahulu,yang baru kemudian diberikan Antiviral hal ini bertujuan untuk melihat apakah pengobatan berfungsi dengan baik,dan lebih jelasnya bahwa jenis perlakuan ketiga ini bertujuan sebagai suatu pengobatan.Dan harapanya kelompok ketiga ini akan memberikan suatu jawaban.


Empon empon penangkal Corona


Selanjutnya hal terpenting setelah semua proses riset dilakukan adalah mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasilnya.
Dalam hal ini Prof . Nidom menyatakan kira kira memerlukan waktu selama dua minggu untuk mengkomfirmasi kembali hasil uji tersebut.Tidak bisa dikatakan bahwa jika hasil uji bagus lalu dikatakan hasil yang bagus,sebab masih memerlukan uji ulang supaya penelitian itu bisa reproduktif.Jadi jika terdapat peneliti lain yang melakukan obyek penelitian yang sama,didapat menemukan hasil yang sama pula.

   

Comments

Popular Posts